Ngopi Cantik di Edensor Hills,  Sentul

 

                                                                                                                        Gb. Koleksi pribadi

Sista,

                Tanggal merah yang berarti hari libur untuk karyawan maupun anak-anak sekolah, menjadi impian tersendiri. Di mana di hari libur itu bisa dinikmati dengan sekedar berkumpul bersama keluarga, teman atau hanya sekedar beristirahat di rumah. Kebetulan, di hari libur ini saya dan dua orang teman berencana menikmati pemandangan di Kafe Pelangi, di daerah Sentul sambil ngopi-ngopi cantik.

                Pukul sembilan pagi kami bertemu di bawah tugu tunas kelapa alias di Jambore, Cibubur. Mobil melaju dengan kencang namun nyaman di jalan toll yang lengang. Selama perjalanan kami mengisinya dengan membicarakan tempat-tempat yang happening di Sentul. Setelah kurang lebih tiga puluh menit, sampailah kami di pintu toll keluar Sentul Selatan. Di sana tampak kendaraan mulai ramai. Tampaknya banyak orang yang juga ingin menikmati liburan seperti kami.

                Jalan menuju Kafe Pelangi yang akan kami kunjungi sangat berliku,  seperti halnya jalan menuju ke puncak. Setelah lebih dari lima belas menit, tibalah kami di gerbang Rainbow Hilss. Kami ikut antrian untuk masuk ke dalam perumahan tersebut. Banyak orang yang ingin ke Puncak melewati jalan ini karena jalan ini adalah jalan alternatif apabila arah ke Ciawi macet. Lagipula jalan ini adalah jalan potong untuk mempercepat tiba di Puncak.

                Ketika mobil berbelok ke kiri, Kami melihat ada kemacetan sedikit. Kami mengira karena banyak kendaraan yang lewat di jalan kecil. Namun ternyata ada penyekatan dari kepolisian Bogor. Mereka meminta surat bukti cek Antigen ataupun sertifikat Vaksin. Berhubung kami tidak memiliki surat-surat yang diminta petugas, kami diperintahkan untuk berbalik arah. Kecewa sekali. Padahal menurut GPS, kafe yang kami tuju tinggal 7 menit lagi.

                Walaupun kecewa, namun kami tidak patah semangat. Masih banyak tempat-tempat Indah yang bisa kami sambangi di daerah itu. Setelah kami googling, perjalanan pun kami lanjutkan. Kami bermaksud ke daerah Kampung Koneng.  Jalan menuju Kampung Koneng ternyata lebih kecil dari jalan sebelumnya. Kadang kami harus bergantianjalan dengan kendaraan lain untuk melalui jalan kecil. Setelah beberapa menit kemudian, kami melewati sebuah kafe yang tampak sudah ramai pengunjung. Dilihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir. Karena kami khawatir tidak mendapatkan tempat parkir di Kampung Koneng, tanpa banyak debat, kami pun berbelok dan memasuki area kafe  Edensor Hills. Lagipula, kami bisa ke tempat itu di lain hari.

                                                                                                                Gb. Koleksi pribadi

                 Pada tampak depan, kafe ini terlihat biasa saja dengan gerbang yang tinggi dan bangunan bata merah. Awalnya kami kecewa karena tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Namun ternyata kami salah. Kami menaiki tangga untuk melihat keadaan sekitar. Dan kami langsung terpesona dengan design interior dan pemandangannya. Ternyata kafe ini menghadap ke arah gunung dengan hutan-hutan yang rimbun. Udaranya sangat dingin dan segar. Setelah memilih tempat di sebelah pojok, dimana kami tidak terganggu oleh para pelanggan kafe ini, kami memilih menu makanan dan minuman sebagai teman berbincang.

                Kafe ini memiliki area layanan dua lantai. Masing-masing lantai memiliki area dalam dan area balkon. Jendela kaca mengelilingi area dalam sehingga pengunjung juga dapat menatap pemandangan yang Indah. Kalian bisa berfoto di beberapa spot, seperti di balkon atau di ruang dalam yang cukup menarik. Di pintu kayu besar seperti pintu jaman dulu, atau pada area tangga. Untuk Makanan lumayan rasanya. Untuk harga memang harus sedikit merogoh kocek. Namun, karena kafe ini juga menjual pemandangan dan kenyamanan, untuk harga makanan seperti itu cukup wajar.

                Sista, apabila kalian ingin ngopi-ngopi cantik ke sini, lebih baik datang lebih pagi, karena begitu siang, kafe ini sangat ramai sekali dan bisa jadi kalian harus menunggu tempat kosong. Begitu juga jalan menuju ke tempat ini sangat macet karena jalannya kecil, hanya muat dua mobil saja.

 

Selesai

 

 

 

 

Komentar

Kemas Griya mengatakan…
Mantap perlu dimampiri nih
Arni narni mengatakan…
Hayuk, bu..