Buka Puasa Dimana? Pakai Apa?

Part 7.

 

                                                                                                                Foto pribadi

Sista,

Berhubung jalan menuju rumah sangat macet, dan rentan terlambat berbuka puasa di rumah, saya dan suami memilih kembali berbuka di rumah mertua.  Kali ini saya tidak membeli aneka gorengan, hanya gorengan tempe mendoan saja. Itu pun kami mendapatkannya tidak banyak karena sudah banyak pelanggan yang memesannya.

Saat ini disekitar jalan Senayan menjadi padat dikarenakan banyaknya orang yang membeli makanan takjil dan minuman segar yang berderet rapi di kiri dan kanan jalan. Alhasil, jalanan menjadi macet. Susah sekali untuk menuju ke arah kios atau lapak penganan yang akan kita tuju. Karena jalan itu hanya cukup untuk 1 mobil di kiri dan 1 mobil di kanan. Padahal banyak penjual yang menaruh meja agak menjorok ke jalan. Juga beberapa kendaran roda dua yang diparkir di pinggir-pinggir kios menambah kemacetan yang parah.

Namun begitu, kemacetan tidak membuat saya dan suami untuk tidak mencari penganan dan minuman berbuka. Untuk minuman segar aku tetap memilih membeli es kelapa muda. Selagi kami menunggu giliran dilayani oleh penjual gorengan, mataku tertumbuk ke gerobak disebelahnya. Ada gerobak es cendol. Wah, lumayan kalau aku beli untuk menambah variasi pilihan berbuka di rumah. Namun ternyata saya harus menahan kecewa, karena ternyata es cendol sudah ludes terjual. Mungkin besok bisa saya coba datangi lagi, siapa tahu beruntung dan bisa mendapatkan dua gelas es cendol segar yang manis.

Sista, bagaimana ceritamu untuk mendapatkan penganan dan minuman berbuka?

 

Komentar

Kemas Griya mengatakan…
Segernya kalau bisa buka pakai es cendol