Gong Xi Fa Cai!
Imlek yang Identik Dengan Warna Merah
Sista, Bulan Februari telah tiba. Saat ini kondisi cuaca sedang banyak curah hujan. Malah sebagian wilayah sudah terendam banjir. Seringkali, orang-orang mengatakan, hujan akan terus turun sampai Imlek lewat. Apa itu Imlek? Mengapa musim hujan dan banjir selalu dikait-kaitkan dengan Imlek? Yuk, kita cari tahu.
Imlek adalah tahun baru bangsa Cina atau Tionghoa, yang biasanya dirayakan untuk menyambut musim semi. Pada musim ini petani Tionghoa tengah panen. Banyak buah-buahan yang mulai ranum dan siap petik. Seperti jeruk mandarin, buah naga, Anggur, klengkeng dan leci. Namun tidak hanya buah-buahan yang disajikan saat Imlek tiba, tetapi ada kue keranjang atau dodol cina, manisan dan permen.
Mitosnya, dahulu kala ada seekor binatang besar yang sering mengganggu warga. Binatang itu selalu ke luar pada saat Imlek, untuk memangsa manusia yang ditemuinya. Untuk itu banyak orang yang memberikan makanan di depan rumah mereka agar mereka tidak terkena terkamana binatang ini. Lalu pada suatu hari ada seorang anak kecil yang sedang mengenakan baju merah, bertemu dengan binatang buas ini, namun sang binatang malah lari ketakutan. Si anak kecil tidak jadi diterkam. Sejak saat itu, warga Tionghoa mempercayai, bahwa dengan mengenakan baju merah pada saat Imlek bisa terhindar dari bala atau malapetaka.
Beberapa hari sebelum malam Imlek tiba, biasanya para warga telah menghias jalan-jalan atau area sekitar rumah dengan lampion berwarna merah. Juga, ada dekorasi bunga plastik yang mirip bunga sakura, pohon bambu kecil yang berwarna hijau yang diikat pita merah, pohon jeruk mandarin, bunga lili, bunga krisan dan bunga anggrek. Malamnya akan ada pesta kembang api yang meriah dan tarian barongsai. Dan pada saat Imlek tiba, ada acara yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, yaitu pemberian angpaw atau dua lembar uang kertas yang dimasukkan ke dalam amplop warna merah, sambil mengucapkan Gong Xi Fa Cai! Yang artinya semoga semakin makmur atau kaya. Wah, senang sekali pastinya.
Poto Pribadi
Imlek juga berarti adalah pergantian shio. Shio adalah dua belas
hewan yang mewakili tahun, bulan, dan jam tertentu dalam astrologi Tionghoa.
Berbagai kebudayaan yang terpengaruh adat Tionghoa juga memiliki tradisi shio. Penetapan lambang hewan shio ini juga di dasarkan atas bulan, hari, dan jam. Terdapat 12 shio yaitu shio tikus, kerbau, macan,
kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi.
Lalu, mengapa hujan deras di awal tahun selalu dikaitkan dengan Imlek? Warga Tionghoa percaya bahwa hujan membawa berkah, hingga ladang dan kebun mereka mendapatkan cukup air. Jadi, mereka dapat panen dengan melimpah ruah. Mereka percaya kalau semakin banyak curah hujan yang turun, semakin banyak pula keberkahan yang turun dari langit. Tetapi kalau terlalu banyak hujan dan membuat banjir di mana-mana, kita susah juga, ya, Sista.
Sista, jadi, sudah tahu tentang mitos perayaan Tahun Baru Imlek, bukan? Mau ikut bersuka cita dengan mengenakan baju merah dan memasang lampion di teras rumah? Sepertinya lucu juga. Kalian bisa ikut mencicipi buah jeruk mandarin yang segar atau sepiring kue keranjang yang manis dengan ditemani teh manis hangat bersama kerabat. Atau menikmati tarian barongsai dengan musik yang keras. Selamat Tahun Baru, Gong xi Fa Cai!
Sumber:
- ttps://id.wikipedia.org/wiki/Imlek
- https://id.wikipedia.org/wiki/Shio


Komentar