Stop Body Shaming!
Gb. Freepik
Sista, tanpa kita sadari mungkin kita pernah melakukan body shaming terhadap teman-teman, yaitu mempermalukan seseorang dari bentuk tubuh seseorang. Body shaming bisa dilakukan secara langsung maupun secara cyberbullying. Yaitu perlakuan buruk yang kita unggah di medsos. Entah itu di facebook, instagram, twitter atau pun di whatsapp. Ini berarti semakin banyak yang orang yang membacanya dan semakin banyak yang mempermalukan orang yang kita hina.
Sista, perlakuan body shaming kadang tidak disadari oleh kita. Awalnya mungkin kita hanya ingin bercanda atau lucu-lucuan saja. Namun banyak juga yang bermaksud menghina. Bisa juga terjadi karena ada rasa iri terhadap seseorang, karena orang yang kita hina lebih cantik atau lebih pintar.
Ternyata efek dari bercanda dan menghina itu bisa merusak mental seseorang, Sista. Lho, kok bisa? Ya, bisa, karena body shaming yang dilakukan terus menerus akan membuat malu, ketersinggungan, melukai kejiwaan seseorang dan membuat hilangnya rasa percaya diri orang yang dihina. Untuk itu, kita cari tahu dahulu macam-macam body shaming yang ada di sekitar kita, yuk.
Di bawah ini ada beberapa contoh body shaming, yaitu :
1. “Wah, kamu gendut banget.”
2. “Kamu pasti cantik kalau kurus.”
3. “Awas, timbangannya bakal teriak, ‘jangan naik bareng-bareng dong’.”
4. “Kalau kamu masuk ke kolam renang, pasti air kolam langsung surut karena airnya muncrat keluar semua.”
5. “Kamu kurus banget, nggak doyan makan ya?”
6. “Ya ampun, kamu kurus banget, kalah deh tiang listrik.”
7. “Ih, dia jerawatan. Ngeri liat jerawatnya.”
8. “Eh, ada si togi, si tonggos gigi.. hahaha…”
9. “Kamu tuh hitam banget, beda sama adikmu.”
Dan banyak lagi contoh-contoh body shaming lainnya.
Lalu apa yang terjadi pada orang yang terkena body shaming ?
1. Minder atau kehilangan rasa percaya diri.
2. Stres dan membuat terus makan yang membuat tubuh menjadi bertambah berat badannya.
3. Rasa marah
4. Mencoba diet ekstrim yang menimbulkan penyakit baru.
5. Tidak suka makan hingga anoreksia dan bulimia
6. Sering pergi ke salon skincare karena selalu merasa ada yang kurang dengan kulit dan wajahnya.
7. Melakukan operasi plastik untuk menutupi kekurangan diri.
8. Yang lebih tragis lagi adalah keinginan untuk bunuh diri karena merasa dirinya tidak berguna dan menjadi sampah.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh korban body shaming?
1. Belajar untuk berpikiran positif
2. Mencoba bersyukur dan menerima diri sendiri dengan apa adanya. Segala kelebihan dan kekurangannya.
3. Menjadi diri sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain
4. Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Masing-masing dari kita memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
5. Keluar dari pertemanan yang tidak sehat
6. Hindari stres
7. Datang ke dokter gizi
8. Datang ke psikolog
Sista, sungguh mengerikan dampak body shaming itu, ya? Pastinya kita tidak ingin anak dan keluarga kita menjadi korban Body shaming. Yuk, kita menghentikan perlakuan yang tidak baik ini. Kita pun juga harus berani mengatakan Stop Body shaming!
Sumber :
https://www.halodoc.com/artikel/dampak-body-shaming-pada-kesehatan-mental
https://www.alodokter.com/tips-menghadapi-perlakuan-body-shaming

Komentar
Baiklah, mulai menjaga lisan deh