DILEMA

 

            Mike menyeruput kopinya. Ini adalah cangkir kopi ke tiga siang ini. Kepalanya tidak bisa diajak kompromi. Tidak bisa berpikir. Ini karena pertemuannya kemaren dengan Della, mantan istrinya. Ia tidak menyangka kalau Della terlihat tegar. Tidak terlihat kesedihan  diraut wajahnya. Hanya sedikit terkejut saja. Wajar, karena sejak  bercerai, baru sekali itu mereka bertemu. 

            Mike kembali meneguk kopi hitamnya. Pikirannya masih tertuju kepada Della. Della yang cantik. Yang selalu membuatnya nyaman bila didekatnya. Della yang selalu tahu apa yang dibutuhkannya. Della yang perhatian. Della… Della.. Della…Della yang ia tinggalkan demi cinta sesaatnya.

            “Aahhh..!”

            Mike mengacaukan rambutnya yang ikal. Ia berharap bayangan Della lenyap dari pikirannya. Gila! Sejak pertemuan tidak sengaja dua minggu lalu itu, membuat isi kepalaku penuh berisi tentang  Della, Della dan Della. Namun Mike tidak habis pikir, kenapa Della menjadi berbeda? Mike kembali mengingat-ingat apa yang membuat Della berbeda. Cantiknya? Della memang cantik dari dulu. Lalu apa?

            Teet.. Teeett..

            Ponselnya yang tergeletak didekat tumpukan dokumen berbunyi. Mike mengambilnya dan membaca nama yang muncul di layar. Nayla. Mike menaruh kembali ponselnya di meja dan membiarkan panggilannya berhenti sendiri. Ia merasa Nayla sudah kehilangan aura yang selama ini menggodanya. Padahal sebelumnya Mike merasa Nayla adalah perempuan yang tepat mendapatkan cinta seutuhnya. Namun ketika ia kembali bertemu Della, hatinya menjadi bimbang.

***

 

            Mike ingat ketika ia bertemu Nayla di kampus beberapa tahun lalu. Gadis itu ternyata adalah juniornya. Saat itu Mike tengah mengajukan skripsi sebagai tanda masa berakhirnya kuliah. Della yang cantik tengah berbincang dengan  Boy, ketua senat yang juga teman Mike. Mike langsung mendekati  keduanya mengharap untuk dikenalkan dengan Della. Boy yang tahu maksud Mike akhirnya mengenalkan keduanya. Sejak saat itu Boy sudah tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu Della. Di setiap pojok kampus selalu terlihat Della dan Mike.

            Setelah lulus kuliah, Mike yang juga atlet taekwondo dilamar sebuah perusahaan BUMN dan diberikan beasiswa untuk kuliah di luar negri. Tiga tahun mereka berhubungan secara LDR. Sepulangnya ia dari London, tempat ia menuntut ilmu, Mike melamar Della. Saat itulah ia bertemu dengan Nayla yang di aku Della sebagai sahabatnya. Perempuan yang ternyata dengan terang-terangan menyukainya walau ia telah menikah dengan sahabatnya.

            Awalnya Mike tidak meladeni Nayla. Pesan-pesan Nayla di ponselnya tidak pernah Mike balas. Ia tidak mau menyakiti istri kesayangannya. Namun ketika Della tengah sibuk dengan even-even yang bagai marathon dihandlenya, Mike mulai menerima Nayla sebagai kekasih cadangan. Dan Della tetap tidak bereaksi akan perubahannya. Juga saat Nayla dengan terang-terangan meminta Mike mengantarnya pulang setelah acara makan malam di rumahnya. Mike merasa terabaikan dari cinta Della. Della tidak curiga atau pun cemburu dengan kedekatannya. Dan hal yang paling ditakutinya terjadi. Della menemukan dirinya tengah berpelukan di ruang kerjanya. Della yang tengah membawa kue tar coklat dengan balon warna warninya hanya terdiam terkesiap. Ia tidak memaki-maki Nayla yang tersenyum sambil bergayut manja di lengannya.

Cukup lima menit mereka terdiam dengan keaadan seperti itu dan Della meninggalkan ruangan itu. Tidak hanya ruangan kerjanya yang ditinggalkan. Juga rumah besar mereka. Seminggu kemudian Mike mengajukan cerai. Della tidak pernah hadir ke persidangan. Mike tahu perempuan itu pasti sangat terluka. Mike hanya meneleponnya sekali untuk memberitahukannya bahwa surat cerai sudah dapat diambil di pengadilan agama. Juga harta gono gini sudah disiapkan Mike untuk ditandatangani dan ditransfer ke rekening Della.

            Sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu. Juga saat pernikahan Mike dan Nayla beberapa bulan kemudian Della tidak datang walau sudah diundang.

Pertemuan mereka dua minggu lalu adalah pertemuan pertama mereka sejak kejadian di kantornya dulu. Dan kini hati Mike kembali dilanda kebimbangan. Ia tidak bisa leluasa bersikap kepada Nayla seperti yang ia lakukan kepada Della dulu. Nayla kerap mendiktenya dengan segala hal remeh-temehnya. Sedangkan Della menerima dirinya dengan apa adanya. Nayla begini, Della begitu.

Mike berjalan ke balkon kamar, lalu menyalakan sebatang rokok. Ia ingin merenung dengan segala hal yang telah di lakukannya terhadap dua perempuan yang mengisi hatinya. Della yang memenuhi hatinya dengan cinta dan perhatiannya. Nayla yang telah menghipnotisnya dan membuatnya melakukan perselingkuhan.

Mike menghembuskan napasnya. Asap rokok  keluar dari bibirnya. Asap  yang semula bergulung tebal perlahan menghilang di kegelapan malam. Seperti rasa percaya dirinya yang mulai runtuh perlahan.

 

Selesai

 

 

 

 

 

Komentar